-
Nazya Sekolah
Akhirnya si sulung sekolah juga. Walaupun was-was karena Covid-19 yang masih mengintai. Tapi kejenuhan dan kebosanan yang melanda Cece. Ini harus ditempuh. Untungnya Cece termasuk anak yang konsisten memakai masker saat berada di luar rumah. Ada beberapa kisah soal keengganannya pergi keluar kalau tanpa masker. Setelah menimbang beberapa sekolah TK. … Read more
-
Celoteh Nazya 7 Februari 2021

Langsung saja membelinya dengan harga 25 ribu. Mainan berbentuk ayam yang mengeluarkan suara saat di dorong. Bahan membuatnya cukup sederhana. Dari kayu, kaleng bekas, dan busa gabus.
-
Celoteh Nazya 4 Februari 2021
Kata yang diucapkan Nazya setelah keinginannya untuk bermain tidak dipenuhi karena sudah larut malam. Ih, ibu. Nanti hati Cece patah loh Nazya (4 Yo) Kalimat yang diungkapkan Nazya saat saya mengajaknya berpelukan di malam hari Aku tidak bisa berharap apa-apa Nazya (4 Yo)
-
Selamat Ulang Tahun Anakku, Nazya.

Tak terasa sudah tiga tahun usiamu saat ini. Umur yang masih kanak-kanak. Dan panjang perjalanannya. Sepanjang kasih sayang ibu dan bapak kepada kamu dan adikmu. Terima kasih kepada sang Pencipta yang mempercayakan kami untuk mengasuh, merawat dan mendidiknya. Tiga tahun lalu, tepatnya di rumah sakit Anton Soedjarwo Pontianak. Bapak menantikan … Read more
-
Catatan Kereta Pulang: Di Antara Layar 6 Inci dan Wajah yang Menunggu

Catatan Kereta Pulang ini dimulai pukul 18.07, saat saya melangkah keluar kantor di bilangan Tebet. Langit menggantung mendung ringan, seperti isyarat akan turunnya hujan atau mungkin hanya rindu yang tertahan. Saya melewati Tebet Barat Dalam, melewati beberapa kedai kopi yang jadi saksi bisu pertemuan banyak orang dan perpisahan yang lebih … Read more
-
Pulpen Parker dan Suara yang Tak Pernah Saya Ucapkan

Pulpen Parker mungkin hanya alat tulis seperti pulpen pada umumnya bagi sebagian orang. Tapi bagi saya, ia adalah semacam mesin waktu. Ia bukan hanya menulis, tapi menyimpan suara-suara yang tak sempat saya ucapkan, kalimat yang tak sempat saya selesaikan. Pulpen itu jadi saksi hidup. Dari Jelambar ke Pontianak hingga terdampar … Read more
-
Idul Adha Tanpa Peluk: Catatan Rindu dari Tangerang

Langit pagi di Tangerang tampak kelabu. Bukan karena mendung, tapi karena aku menatapnya sendirian. Lantunan takbir bersahut dari masjid-masjid kecil di perumahan yang belum sepenuhnya terisi. Suaranya menabrak dinding kamar yang hening, lalu bergema lagi di kepala seperti doa yang kehilangan arah. Hari ini Idul Adha. Tapi tak ada aroma … Read more
-
Catatan Seorang Gladiator : Perjalanan Pulang yang Tak Pernah Selesai

18.35 – Pancoran: Dingin yang Menyelinap ke Tulang Jarum jam menancap di angka 18.35. Dingin sisa hujan sore menggerogoti tulang, memaksaku meninggalkan kantor di Pancoran. Di trotoar Jalan MT Haryono, langkahku bersenyawa dengan riuh para gladiator lain: lelaki berkemeja lusuh memanggul tas laptop, ibu-ibu dengan kantong belanjaan yang lebih berat … Read more
