Catatan Seorang Gladiator : Perjalanan Pulang yang Tak Pernah Selesai
18.35 – Pancoran: Dingin yang Menyelinap ke Tulang Jarum jam menancap di angka 18.35. Dingin sisa hujan sore menggerogoti tulang,…
Gladiator urban yang menyulam cerita lewat blognya sebagai ruang berbagi: merajut luka tanpa melukai, menyalakan cahaya dalam sepi, dan mengajak setiap pembaca untuk duduk sebentar, bertukar kisah.
18.35 – Pancoran: Dingin yang Menyelinap ke Tulang Jarum jam menancap di angka 18.35. Dingin sisa hujan sore menggerogoti tulang,…
Pukul 06.17. Tol Merak-Jakarta bergetar seperti urat nadi yang tersumbat karat. Ribuan kendaraan menggeram, mengunyah aspal yang masih berbau anyir…
Jarum jam menancap di angka lima lelah. Aku masih berdiri di halte Busway Pancoran, menyaksikan matahari sore yang tersedu-sedu di…
Bandara, persinggahan rindu dan waktu yang saling salip. Di tiap tapak langkah, tersimpan janji-janji yang belum sempat ditepati. Usai libur…
Sekian lama tak jumpa muka dengan kawan-kawan jurnalis di Pontianak. Akhirnya kesempatan itu tiba. Tak bersua bukan karena sombong ataupun…
Saya termasuk terlambat dalam challenge One Day One Post. Karena tantangan ini sudah lama beredar dalam dunia blog. Toh, Lebih…
Malam perlahan menyelimuti Gyeonggi-do, kota kecil tempat Jono menjalani kehidupannya sebagai pekerja migran. Angin musim semi yang hangat membawa aroma…
Jono melangkah pelan di jalanan desa yang masih basah oleh embun pagi. Suara ayam berkokok bersahutan dengan desir angin yang…
Hasil diskusi di TPS sebelum nama kami dipanggil, mengerucut pada satu nama di Pilgub Kalbar dan Pilwalkot Pontianak 2025. Keduanya…