Sarapan Pagi

Penjual bubur ayam. Berkulit hitam legam. Rambut mulai memutih menandakan usia yang tak lagi muda. “eh, a. Bubur” menawarkan dagangannya saat melihat saya sambil menulis daftar belanjaan di sobekan kertas. Kujawab “boleh”. Tak lama pesananku datang. Kulahap dengan nikmat, mengisi perut kala pagi. Biar kuat menghadapi hidup hari ini, batinku. …

Read more

Belenggu di Balik Materai: Menguak Modus Baru TPPO yang Menyandera Keluarga Pekerja Migran

modus baru TPPO

Di sebuah sudut desa yang jarang terjamah riuh kota, aroma tanah basah setelah hujan sore hari meruap, bercampur dengan bau asap rokok kretek dari seorang pria perlente yang duduk di kursi rotan. Di hadapannya, seorang ibu dengan mata yang sembab karena kurang tidur menatap selembar kertas putih bersih di atas …

Read more

Catatan Kereta Pulang: Di Antara Layar 6 Inci dan Wajah yang Menunggu

catatan kereta pulang

Catatan Kereta Pulang ini dimulai pukul 18.07, saat saya melangkah keluar kantor di bilangan Tebet. Langit menggantung mendung ringan, seperti isyarat akan turunnya hujan atau mungkin hanya rindu yang tertahan. Saya melewati Tebet Barat Dalam, melewati beberapa kedai kopi yang jadi saksi bisu pertemuan banyak orang dan perpisahan yang lebih …

Read more

Menteri Karding Nyuruh Kabur ke Luar Negeri? Salah Tangkap, Bung!

Menteri Karding

Beberapa hari terakhir, screenshot judul berita pernyataan Menteri Karding tersebar luas di media sosial dan menjadi bahan pembicaraan netizen dari X (Twitter), Instagram, Tiktok hingga grup WhatsApp keluarga. Judulnya kira-kira begini: “Menteri Karding Minta Warga Cari Kerja di Luar Negeri, Bantu Kurangi Pengangguran.” Dan seperti biasa, sreenshot semacam ini disulap …

Read more

Undip Migrant Center: Simfoni Negeri dan Harapan Para Perantau Muda

Undip Migrant Center

Ada masa ketika bekerja di luar negeri adalah tentang nekat. Tiket promo di tangan, paspor baru dicetak seminggu sebelumnya, dan doa ibu yang dibisikkan dengan khawatir di terminal bus. Tidak ada pelatihan. Tidak ada panduannya. Nggak ada pusat informasi yang siap menjawab “harus mulai dari mana”. Hari itu, sejarah kecil …

Read more

Tebet Eco Park: Tempat Diam yang Menyembuhkan

Tebet Eco Park

Tentang satu siang di Jakarta yang tidak luar biasa, tapi cukup. Tentang keberanian berhenti sebentar di kota yang terus berlari. Tebet Eco Park bukan hanya taman kota. Ia adalah ruang jeda. Tempat diam yang menyembuhkan. Saya menemukan itu pada satu siang, tepat 18 Juni 2025 pukul 12.08 WIB, saat duduk …

Read more

Pulpen Parker dan Suara yang Tak Pernah Saya Ucapkan

Pulpen Parker

Pulpen Parker mungkin hanya alat tulis seperti pulpen pada umumnya bagi sebagian orang. Tapi bagi saya, ia adalah semacam mesin waktu. Ia bukan hanya menulis, tapi menyimpan suara-suara yang tak sempat saya ucapkan, kalimat yang tak sempat saya selesaikan. Pulpen itu jadi saksi hidup. Dari Jelambar ke Pontianak hingga terdampar …

Read more

Menepi Sejenak di Santika Premiere Padang

Santika Premiere Padang

Sebuah catatan dari kota yang selalu menyambut dengan rendang dan rindu. Satu kebiasaan kecil yang selalu saya lakukan setiap kali menginap di hotel: membuka tirai, melihat keluar jendela, dan membiarkan malam kota menyapa tanpa suara. Bukan karena saya mengharapkan pemandangan spektakuler seperti skyline Singapura atau lampu dansa Times Square. Tapi …

Read more

Kenapa Masih Nulis Blog? Karena Istiqamah Itu Berat

nulis blog

Di tengah derasnya media sosial dan algoritma yang makin rakus perhatian, kenapa masih repot-repot nulis blog? Pertanyaan itu kadang muncul dari orang lain. Tapi lebih sering datang dari dalam kepala sendiri. Ya, saya nulis blog bukan buat nyari viral. Bukan juga demi cuan adsense atau endorsement produk sepatu. Kalau boleh …

Read more