Balada Uang Sepuluh Ribu

sepuluh ribu
uang kertas sepuluh ribu

Umumnya uang sepuluh ribu di jaman sekarang terasa kecil dan kurang bernilai bagi sebagian orang. Sebagian orang lainnya sih menganggap besar.

Selembar duit ceban bisa ditukar dengan satu kilogram beras. Tanpa tambahan lainnya. Tapi mau hanya cukup makan nasi saja tanpa temannya nasi di piring.

Bisa juga dibelikan mie instan, dapat empat atau lima bungkus. Lumayan buat memenuhi keinginan cacing di perut selama sehari. Jaman resesi seperti sekarang sih yang penting bisa makan dengan cukup. Mau makan hanya dengan nasi tanpa lauk atau dengan mie instan. Tergantung pilihan. Yang penting duit ceban didapat dengan cara halal.

Selembar uang berwarna ungu yang memiliki gambar pahlawan nasional asal Irian Jaya Papua Frans Kaisepo terasa kecil kalau hanya selembar. Menjadi besar kalau ada daya pengungkitnya. Misalnya daya pengungkitnya itu sebanyak sejuta tujuh ratus ribu lembar. Nah, itu baru gede nilainya.

Coba saja kalikan Rp 10.000,- x 1.700.000 lembar. Hasilnya Rp 17.000.000.000,- atau kalau mau diucapkan menjadi Tujuh Belas Milyar Rupiah. Ingat, nol nya ada sembilan loh.

Terpenting jangan sampai gegara uang sepuluh ribu berurusan dengan Kuningan terus pakai baju oranye.

Kalau berurusan sama Kuningan sih pasti ribet. Kita akan ditanyai sama penyidik. Wajah kita akan tampil di tipi nasional saat ada jumpa fans pers. Belum lagi kuli tinta bakal mengejar kita untuk wawancara. Bahkan kehidupan kita dan mungkin juga orang terdekat bakal ditanya terus. Kan, nggak enak. Bukan selebritis tapi di kejar wartawan.

Tampil di media dengan baju oranye sebenarnya sih bikin malu. Eh, tapi tergantung orangnya. Ada juga orang yang pakai baju oranye masih bisa senyum. Bahkan berkata kepada media kalau dirinya sedang menghadapi cobaan dan musibah sembari pura-pura sedih.

Terpenting sih, syukuri saja isi dompet walaupun hanya ada selembar uang sepuluh ribu.

Foto boleh ambil dari google tanpa izin terlebih dahulu.

Oleh Irfandi

Buruh negeri yang juga blogger paruh waktu. Menyukai dunia Teknologi dan Keuangan. Manusia omnivora yang menikmati teh dan kopi . Menulis blog sekadar meluangkan waktu sebagai sarana ekspresi dan pembelajaran diri.

Tinggalkan Balasan