Pulpen Parker dan Suara yang Tak Pernah Saya Ucapkan

Pulpen Parker

Pulpen Parker mungkin hanya alat tulis seperti pulpen pada umumnya bagi sebagian orang. Tapi bagi saya, ia adalah semacam mesin waktu. Ia bukan hanya menulis, tapi menyimpan suara-suara yang tak sempat saya ucapkan, kalimat yang tak sempat saya selesaikan. Pulpen itu jadi saksi hidup. Dari Jelambar ke Pontianak hingga terdampar …

Read more

Catatan Seorang Gladiator : Perjalanan Pulang yang Tak Pernah Selesai

menunggu bis

18.35 – Pancoran: Dingin yang Menyelinap ke Tulang Jarum jam menancap di angka 18.35. Dingin sisa hujan sore menggerogoti tulang, memaksaku meninggalkan kantor di Pancoran. Di trotoar Jalan MT Haryono, langkahku bersenyawa dengan riuh para gladiator lain: lelaki berkemeja lusuh memanggul tas laptop, ibu-ibu dengan kantong belanjaan yang lebih berat …

Read more

Pulang dan Pergi: Cerita tentang Dua Kota yang Menarik Hati

airplane over building

Bandara, persinggahan rindu dan waktu yang saling salip. Di tiap tapak langkah, tersimpan janji-janji yang belum sempat ditepati. Usai libur Idul Fitri 2025, saya kembali berdiri di ambang keberangkatan, menyaksikan Pontianak perlahan menjauh dari balik jendela pesawat. Di seberang langit, Jakarta telah menunggu, membawa serta tumpukan tenggat dan ritme hidup …

Read more

Celoteh Nazya 7 Februari 2021

mainan ayam

Langsung saja membelinya dengan harga 25 ribu. Mainan berbentuk ayam yang mengeluarkan suara saat di dorong. Bahan membuatnya cukup sederhana. Dari kayu, kaleng bekas, dan busa gabus.

Celoteh Nazya 4 Februari 2021

Kata yang diucapkan Nazya setelah keinginannya untuk bermain tidak dipenuhi karena sudah larut malam. Ih, ibu. Nanti hati Cece patah loh Nazya (4 Yo) Kalimat yang diungkapkan Nazya saat saya mengajaknya berpelukan di malam hari Aku tidak bisa berharap apa-apa Nazya (4 Yo)

Pok Ame Ame Dulu, Dong

Nazya, putri sulung saya yang umurnya tiga tahun tingkahnya suka bikin tertawa. Ya walaupun kadang bikin menghela nafas. Terkadang untuk minta susu aja harus pakai kode segala *tepuk jidat*. Seperti kejadian beberapa waktu lalu. Nazya : Bu, nyanyi yuk Ibu : Nyanyi apa, ceu ? Nazya : Nyanyi pok ame …

Read more