Month: February 2021

  • Dua Hal di Hari Senin

    Ada dua hal yang menarik bagi saya di Senin (15/02/2021) ini. Keduanya tidak saling berhubungan satu sama lain. Berkeringat kala pagi hari tanpa sengaja. Maksudnya, mendorong sepeda motor sejauh hampir satu kilo meter. Sehat sekaligus menjengkalkan. 😀 . Kejadian Kedua. Mengurus perceraian warga negara Indonesia dengan warga Malaysia. Ini dampaknya kalau menikah tanpa persiapan mental…

  • Sebelum Duduk Dulu di Pontianak. Jangan Lupa Bayar

    Sebelum Duduk Dulu di Pontianak. Jangan Lupa Bayar

    Sebagai coffee shop, namanya cukup unik. Duduk Dulu di Pontianak. Sebuah kalimat tawaran yang biasa diungkapkan tuan rumah kepada tamu. Seperti “Silakan duduk dulu”. Kita pasti pernah mendengar kalimat itu. saat silaturahim ke rumah saudara ataupun handai taulan.

  • Mengubur Mimpi, Demi Jualan Martabak di Pontianak

    Mengubur Mimpi, Demi Jualan Martabak di Pontianak

    Sudah Satu tahun empat bulan dirinya menjajakan martabak di Pontianak. Tak sengaja. Selepas lulus SMK di Tegal, kampung halamannya. Ia merantau ke Pontianak untuk melanjutkan pendidikan Bahasa Inggris.

  • Celoteh Nazya 7 Februari 2021

    Celoteh Nazya 7 Februari 2021

    Langsung saja membelinya dengan harga 25 ribu. Mainan berbentuk ayam yang mengeluarkan suara saat di dorong. Bahan membuatnya cukup sederhana. Dari kayu, kaleng bekas, dan busa gabus.

  • Catatan 5 Februari 2021

    Hijau hitam juga mengajarkan saya untuk lebih banyak membaca. Menuangkan pikiran dalam rangkaian kata dan kalimat. Seperti halnya yang dilakukan saat ini.

  • Celoteh Nazya 4 Februari 2021

    Kata yang diucapkan Nazya setelah keinginannya untuk bermain tidak dipenuhi karena sudah larut malam. Ih, ibu. Nanti hati Cece patah loh Nazya (4 Yo) Kalimat yang diungkapkan Nazya saat saya mengajaknya berpelukan di malam hari Aku tidak bisa berharap apa-apa Nazya (4 Yo)

  • Selamat Ulang Tahun Pontianak Post ke-48 tahun

    Selamat Ulang Tahun Pontianak Post ke-48 tahun

    Walaupun, sudah berlangganan Kompas dan Tempo secara digital. Tetap saja, membaca koran, majalah ataupun buku lebih enak dalam bentuk fisik. Ada sesuatu yang kurang kalau membaca media massa dalam bentuk digital. Mungkin berbeda dengan anak jaman now yang lebih nyaman membaca dalam bentuk digital.