Thermogun Itu Di Dahi Bukan Di Lengan

Gue pikir nggak akan mengalami pemeriksaan suhu tubuh dengan thermogun di lengan tapi ternyata salah. Dan peristiwa ini baru saja terjadi untuk kali keduanya.

Pertama ketika gue menghadiri acara pernikahan rekan kantor. Salah satu syarat dalam menggelar resepsi dalam New Normal adanya pemeriksaan suhu tubuh bagi para tamu. Nah, di acara resepsi itu. Panitia resepsi menyiapkan petugas khusus untuk memeriksa suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun.

Begitu memasuki tempat resepsi, panitia meminta gue untuk menjulurkan tangannya. Tentu saja gue menolak dan meminta pemeriksaan suhu tubuh dengan mengarahkan thermogun ke dahi.

Yang kedua. Saat gue mendapat undangan rapat di sebuah instansi pemerintah. Begitu memasuki ruang rapat yang sekaligus ruang kepala instansi itu, seorang staf meminta gue untuk menjulurkan lengan agar di periksa suhu tubuhnya sampai dua kali. Dan dua kali juga permintaan itu gue tolak. Gue bersikukuh agar thermogun yang dipegangnya diarahkan ke dahi. Akhirnya staf itu luluh dan mengikuti permintaan gue.

Dan anehnya saat kejadian kedua ini terjadi di instansi pemerintah yang dipimpin oleh seorang dokter gigi. Gue pikir pimpinannya tidak tahu kalau ada stafnya yang masih termakan hoax kalau thermogun bisa merusak otak.

Gue sendiri bingung. Kok, masih ada aja orang yang percaya dengan hoax tersebut. Padahal beberapa dokter mengatakan kalau thermogun tidak merusak otak kita. Bahkan dokter Karlina Lestari di situs sehatq menjelaskan mekanisme kerja thermogun “Informasi tersebut tidak benar ya, karena thermogun tidak punya radiasi seperti halnya handphone. Cara kerja thermogun adalah memantulkan gelombang inframerah dari tubuh,”.

Hoax seperti ini memang membuat resah sebagian masyarakat. Bagi gue pribadi segala macam hoax harus dilawan. Caranya berbagai macam. Namun membutuhkan cukup energi serta kesabaran ekstra untuk menyadarkan orang dari berita hoax yang beredar di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: