Bike to Work Itu Menyenangkan dan Menyehatkan

Saat menjalani new normal alias Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB (bukan AKB 48 ya). Bersepeda merupakan aktifitas yang banyak dilakukan orang termasuk saya.

Saya termasuk orang yang baru dalam dunia bike to work atau menggunakan sepeda ke kantor. Sebelumnya kendaraan roda dua menjadi tunggangan ke kantor. Jarak tempuh dari rumah ke kantor berkisar 9 sampai 10 kilometer. Tergantung rute yang ditempuh.

Awalnya ada keraguan untuk bike to work setiap harinya. Terakhir bersepeda delapan tahun lalu. Itupun dilakukan setelah pulang kantor.

Kalau menggunakan kendaraan roda dua. Waktu yang ditempuh berkisar 10 sampai 20 menit. Tergantung rute dan kecepatan.

Tanggal 26 Juni 2020 lalu. Saya memutuskan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi menggantikan motor. Artinya sudah sebulan aktifitas itu saya lakukan.

Saya sih berharap aktiftas sepeda sebagai transportasi ke kantor konsisten dilakukan oleh diri sendiri.

Sepeda Yang Digunakan Untuk Bike To Work

bike to work
saat mau pulang kantor

Nah ini penting. Untuk sepeda yang digunakan, saya memilih sepeda lipat keluaran Element yakni Element Ecosmo Z9. Sebelumnya sih mau beli sepeda hybrid seperti Polygon Heist, United Slick 71 dan Thrill Volare. Karena tidak ada stok di toko Pontianak akhirnya pilihan beralih ke Ecosmo Z9.

Kenapa Ecosmo Z9? Sepeda lipat ini memiliki ukuran ban 20 inci. Lebih enak akselarasi dibandingkan dengan sepeda lipat ukuran 16 inci. Untuk melihat spek dan review mungkin bisa googling lebih lanjut.

Selain karena spesifikasi. Pilihan itu karena hanya Ecosmo Z9 yang saat itu ada di toko sepeda hehehe.

Waktu Tempuh Dengan Sepeda

Dengan menggunakan sepeda, waktu yang saya tempuh sekitar 30 sampai dengan 40 menit. Tergantung rute dan kekuatan dengkul saya saat mengayuhnya.

Ada tiga rute yang biasa saya lalui dari rumah ke kantor. Pertama melalui jalan Parit H. Husin II (Paris 2) – Padat Karya – Sepakat II – Reformasi – Perdana – Karya Baru II – Karya Baru – M. Sohor – Sultan Abdurahman – Uray Bawadi (Kantor). Rute kedua melalui Parit H. Husin II (Paris 2) – Ahmad Yani – Sultan Abdurahman – Uray Bawadi (Kantor). Sedangkan rute ketiga melalui Parit H. Husin II (Paris 2) – Ahmad Yani – Sutoyo – M. Sohor – Sultan Abdurahman – Uray Bawadi (Kantor).

Pemilihan rute mana yang saya ambil tergantung keinginan dan tanpa mengejar waktu. Bagi saya setiap kayuhan harus dinikmati.

Efek Bike To Work

Selama satu bulan bersepeda ke kantor, efek yang saya rasakan ada beberapa. Pertama saya jadi disiplin waktu. Dengan bersepeda ke kantor, saya jadi lebih awal untuk berangkat kerja. Biasanya berangkat kerja jam 07.30 atau diatasnya. Dengan menggunakan sepeda, saya berangkat antara jam 06.30 sampai 07.00. Ini dilakukan karena pada jam tersebut udara di Pontianak masih bagus dan belum ramai kendaraan bermotor yang lalu lalang. Selain itu, ada waktu yang cukup untuk mandi di kantor setelah bersepeda.

Efek lainnya, berat badan saya berkurang dari 73 kg turun menjadi dibawah 70 kg. Ini berarti celana saya yang berukuran 30 sudah bisa dipakai lagi hehehe.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: