• Catatan Seorang Gladiator : Perjalanan Pulang yang Tak Pernah Selesai

    Catatan Seorang Gladiator : Perjalanan Pulang yang Tak Pernah Selesai

    18.35 – Pancoran: Dingin yang Menyelinap ke Tulang Jarum jam menancap di angka 18.35. Dingin sisa hujan sore menggerogoti tulang, memaksaku meninggalkan kantor di Pancoran. Di trotoar Jalan MT Haryono, langkahku bersenyawa dengan riuh para gladiator lain: lelaki berkemeja lusuh memanggul tas laptop, ibu-ibu dengan kantong belanjaan yang lebih berat dari bahu mereka, pemuda bersepatu…

  • Gladiator Senja di Jalan Beton

    Gladiator Senja di Jalan Beton

    Pukul 06.17. Tol Merak-Jakarta bergetar seperti urat nadi yang tersumbat karat. Ribuan kendaraan menggeram, mengunyah aspal yang masih berbau anyir embun pagi. Di dalamnya, para gladiator modern bersiap. Mereka yang mengikat dasi bagai tali gantung, menyemir sepatu layak baju zirah, dan mengepakkan nafas terakhir sebelum masuk coloseum bernama Jakarta. Bajuku hari ini: helm proyek bekas…

  • Pukul 17.02: Transit di Persimpangan Takdir

    Pukul 17.02: Transit di Persimpangan Takdir

    Jarum jam menancap di angka lima lelah. Aku masih berdiri di halte Busway Pancoran, menyaksikan matahari sore yang tersedu-sedu di antara gedung-gedung. Sebuah pertanyaan menggantung: Nasib baikkah ini, atau hanya ilusi yang kubeli dengan karcis seharga tiga ribu lima ratus rupiah? Tubuh ini harus pulang. Beristirahat di antara debar tagihan listrik dan cita-cita anak-anak yang belum terbayar.…

  • Pulang dan Pergi: Cerita tentang Dua Kota yang Menarik Hati

    Pulang dan Pergi: Cerita tentang Dua Kota yang Menarik Hati

    Bandara, persinggahan rindu dan waktu yang saling salip. Di tiap tapak langkah, tersimpan janji-janji yang belum sempat ditepati. Usai libur Idul Fitri 2025, saya kembali berdiri di ambang keberangkatan, menyaksikan Pontianak perlahan menjauh dari balik jendela pesawat. Di seberang langit, Jakarta telah menunggu, membawa serta tumpukan tenggat dan ritme hidup yang tak mengenal jeda. Namun,…

  • Cerita Dibalik Pers Rilis Tahun 2022

    Cerita Dibalik Pers Rilis  Tahun 2022

    Sekian lama tak jumpa muka dengan kawan-kawan jurnalis di Pontianak. Akhirnya kesempatan itu tiba. Tak bersua bukan karena sombong ataupun hal lain. Ada banyak hal yang tak bisa terungkap. Walaupun tak bertemu dalam acara resmi. Mengabarkan urusan kantor. Beberapa kali masih sering berkabar maupun janji untuk sekedar ngopi tanpa membahas urusan pekerja migran. Kesempatan itu…

  • Tantangan One Day One Post

    Tantangan One Day One Post

    Saya termasuk terlambat dalam challenge One Day One Post. Karena tantangan ini sudah lama beredar dalam dunia blog. Toh, Lebih baik terlambat daripada tidak melakukannya sama sekali 😁. <~~~ sok bijak Mulai hari ini. Setiap hari, saya akan membuat postingan di blog dengan tema apapun. Memeras otak untuk mencari ide. Tapi dengan begitu, saya akan…

  • Kisah Jono: Mengelola Keuangannya sebagai Pekerja Migran

    Kisah Jono: Mengelola Keuangannya sebagai Pekerja Migran

    Malam perlahan menyelimuti Gyeonggi-do, kota kecil tempat Jono menjalani kehidupannya sebagai pekerja migran. Angin musim semi yang hangat membawa aroma bunga yang khas, menemani kesunyian kamar kecilnya yang sederhana namun penuh cerita. Di sudut kamarnya yang sempit, Jono duduk menatap buku catatan kecil yang hampir penuh dengan angka-angka dan coretan harapan. Di balik angka-angka yang…

  • Bahagianya Bekerja di Korea Selatan : Kisah Jono dan Jalan yang Dipilihnya Bersama KP2MI

    Bahagianya Bekerja di Korea Selatan : Kisah Jono dan Jalan yang Dipilihnya Bersama KP2MI

    Jono melangkah pelan di jalanan desa yang masih basah oleh embun pagi. Suara ayam berkokok bersahutan dengan desir angin yang menggoyangkan daun kelapa. Di pinggir sawah, ibunya sudah duduk dengan kain batik menutupi kepala, mengunyah sirih sambil menatapnya penuh harap. “Jadi berangkat, No?” suara ibunya lirih. Jono mengangguk, menggenggam tiket di tangannya. Ini bukan sembarang…

  • Memilih Untuk Masa Depan Lebih Baik

    Hasil diskusi di TPS sebelum nama kami dipanggil, mengerucut pada satu nama di Pilgub Kalbar dan Pilwalkot Pontianak 2025. Keduanya menurut kami cukup rasional dalam mencapai visi dan misinya.