Rumah Jurnalis Pontianak Berbagi Saat Padebluk

jurnalis pontianak

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kabar kalau jurnalis Pontianak yang biasa nongkrong di warkop opini melakukan gerakan sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar Pontianak yang paling terkena dampak terhadap pandemi virus korona.

Saya pribadi senang dengan langkah itu. Walaupun saya bukan jurnalis. Tapi ada beberapa kawan jurnalis Pontianak yang saya kenal.

Pandemi virus korona sendiri memang menghancurkan perekonomian warga terutama pekerja lepas. Karena saat ini banyak orang yang mengurangi aktifitas di luar rumah.

Bagi pekerja yang mendapat gaji bulanan seperti saya tentu saja perekonomian tidak terganggu. Tapi bagi yang mendapatkan upah harian tentu saja ini sangat berpengaruh. Coba saja tanyakan pada orang di sekitar kita yang bekerja sebagai tukang ojek online, pedagang kaki lima atau apapun. Pasti akan menjawab terganggu ekonominya.

Soal siapa penerima manfaatnya. Saya yakin data yang dipakai mereka valid. Karena mereka biasanya menemukan dan merekam kehidupan masyarakat kecil yang paling terkena dampak social distancing pandemi korona.

Dan bukan besar dan kecilnya nilai bantuan itu. Tapi semangat berbagi, gotong royong serta perasaan senasib terhadap kawula alit itu yang penting menurut saya.

Saya yakin pun bantuan sembako itu dibutuhkan oleh para pekerja harian dan lepas pada saat kondisi sekarang ini.

*menjura* untuk kawan jurnalis Pontianak

2 responses to “Rumah Jurnalis Pontianak Berbagi Saat Padebluk”

  1. […] pelaksanaan psychical distancing karena pandemi COVID-19 terasa dibeberapa tempat. Salah satunya pusat perbelanjaan di Pontianak, Mega Mall Ayani menjadi […]

  2. […] menonton, saya mencoba bertanya kepada dua kawan yang berprofesi sebagai jurnalis melalui pesan singkat whatsApp. Satu jurnalis televisi dan satunya lagi jurnalis media cetak. […]

Leave a Reply